Senin, 26 Desember 2011

[Koran-Digital] Upaya Menghalalkan Korupsi

Upaya Menghalalkan Korupsi

Sabtu, 24 Desember 2011 | 04:42 WIB

Sungguh banyak alasan pembenar untuk menggarong duit negara. Ada politikus yang berdalih bahwa ia mesti mengembalikan modal yang mereka habiskan untuk kampanye. Tak sedikit pula yang beralasan harus menyumbang ke partai politik. Ada juga dalih untuk kepentingan agama, seperti yang digunakan oleh Sofyan Usman, seorang politikus Partai Persatuan Pembangunan.

Alasan yang mencengangkan itu masuk dalam pleidoi Sofyan yang disampaikan di sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, belum lama ini. Terdakwa merasa tak bersalah karena duit suap dari Otorita Batam sebesar Rp 1 miliar tidak dipakai untuk kepentingan pribadi atau memperkaya orang lain. Duit itu disumbangkan untuk pembangunan rumah Tuhan. "Apakah saya, yang seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan berniat membantu pembangunan masjid, pantas dipenjara?"

Betapa kacau jalan pikiran sang terdakwa. Politikus ini mencampuradukkan urusan merampok uang rakyat dengan menyumbang masjid. Duit yang diterima Sofyan masuk kategori suap lantaran diduga berkaitan dengan penyusunan anggaran Otorita Batam Rp 85 miliar dalam APBN Perubahan 2009. Andaikata tak ada biaya-biaya siluman seperti ini, tentu anggaran Batam tak tergerus dan rakyat akan lebih diuntungkan.

Sofyan, yang juga terpidana kasus cek suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom, semestinya berpikir lebih jernih. Ia tak perlu menyumbang ke masjid bila memang tidak memiliki uang yang diperoleh secara halal. Dalil bahwa Sofyan tak menikmati secara langsung uang itu tidaklah menghapus tindakan yang jelas berkategori menerima suap. Soalnya, ia tak mungkin memperoleh duit tersebut jika bukan anggota DPR.

Tujuan mulia—menyumbang untuk pembangunan masjid—juga tidak bisa membuat uang korupsi yang haram menjadi halal. Tindakan ini malah menodai nilai-nilai agama. Bagaimana mungkin Tuhan menerima sedekah yang didapat dengan melanggar aturan? Ibadah bukanlah alat untuk mencuci uang.

Begitu pula dalih lain, seperti terpaksa korupsi lantaran memerlukan banyak duit untuk menyantuni konstituen dan menyumbang partai. Alasan ini terlihat masuk akal, tetapi tidak bisa diterima. Kalau betul partai politik atau rakyat di daerah memerlukan dana atau program pembangunan, bukankah seorang politikus bisa mengupayakannya secara legal? Justru inilah tantangan mereka sebagai anggota DPR.

Tingginya biaya politik merupakan masalah yang harus diselesaikan oleh kalangan politikus itu sendiri. Soalnya, mereka memiliki kekuasaan membuat aturan permainan, mulai undang-undang pemilu sampai undang-undang partai politik. Jangan bebankan lagi urusan ini kepada rakyat dengan merampok anggaran yang semestinya diberikan secara penuh untuk mereka.

Semakin kentara, semua dalih itu sebetulnya hanyalah alasan pembenar bagi tindakan jahat para politikus. Mereka mau enak sendiri. Hidup para politikus telah dibiayai oleh negara, tapi mereka masih menyalahgunakan wewenang untuk menguras uang rakyat. Bahkan, untuk menyumbang masjid pun, di antara mereka ada yang memakai duit tak halal.

http://www.tempo.co/read/opiniKT/2011/12/25/1725/Upaya-Menghalalkan-Korupsi



[Koran-Digital] Akses Online Terbuka Rekam Medis

Senin, 26 Desember 2011 | 14:42 WIB
Akses Online Terbuka Rekam Medis


TEMPO.CO, London - Warga Inggris akan bisa mengakses catatan dan rekam
medis mereka secara online mulai 2015. Selain itu, mereka juga bisa
memesan obat-obatan secara lebih mudah dan memperoleh resep secara online.

Konsultan pemerintah di bidang kesehatan, NHS Future Forum-lah yang
memasukan usulan ini ke dalam skema anggaran untuk tahun 2015. Mereka
mulai menyusun secara teknis rencana tersebut, Januari tahun depan.
"Pasien harus mengetahui kondisi fisiknya secara baik," ujar Profesor
Steve Field, Ketua NHS Future Forum, yang merencanakan mekanisme program
kesehatan online, Senin, 26 Desember 2011.


Program ini merupakan salah satu bagian dari reformasi kesehatan yang
sedang digalakkan pemerintah Inggris. Menanggapi rencana ini, kelompok
pasien di Inggris pun meminta, agar catatan dan rekam medis mereka
dirahasiakan. Mereka juga meminta, dalam sistem online pemerintah bisa
menyediakan tes kesehatan gratis, dan memungkinkan pasien untuk memesan
resep ulangan.

"Dalam proses percobaan selama empat hari, kami saling bertukar rekam
medis, dan selama konsultasi berlangsung, para dokter mengizinkan
pasiennya untuk mengakses secara bebas rekam medis mereka," ujar Prof
Field selama masa percobaan.

Sayangnya rencana ini belum bisa diterapkan di negara bagian lainnya
sepeti Scotlandia, Wales, dan Irlandia Utara. Meski begitu, Departemen
Kesehatan Inggris menyatakan, sangat mendukung penuh program akses
online catatan dan rekam medis tersebut.

"Kami ingin pasien benar-benar mengambil keputusan sendiri terhadap
tindakan medis atas tubuh mereka, bukan karena saran atau keputusan
orang lain," ujar Menteri Kesehatan, Andrew Lansley, kepada BBC.

Meski dapat mengakses sendiri dan dapat mengambil keputusan sendiri atas
kondisi fisiknya, pasien tetap berada di bawah pengawasan dokter yang
menangani penyakit mereka. Pasien juga diizinkan untuk melakukan tes
tandingan, guna memperoleh pendapat berbeda soal penyakit mereka. CHETA
NILAWATY | BBC


http://www.tempo.co/read/news/2011/12/26/060373741/Akses-Online-Terbuka-Rekam-Medis

--
"One Touch In BOX"

To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

[Koran-Digital] Lieberman: 20 Tahun Lagi pun, Belum Tentu Israel-Palestina Berdamai

Lieberman: 20 Tahun Lagi pun, Belum Tentu Israel-Palestina Berdamai
Senin, 26 Desember 2011

REPUBLIKA.CO.ID, JERUSALEM--Israel memang tak berniat damai dengan
Palestina. Ini tampak dari pernyataan Menlu Israel Avigdor Lieberman
saat mengomentari prospek perdamaian dengan Palestina.

Lieberman menjawab, ia tak percaya akan ada perjanjian perdamaian kedua
negara dalam 10 tahun ke depan. Ia menyalahkan Otoritas Palestina yang
menurut dia, tak mau berunding dengan maksud damai.

Karena itu, Lieberman mengatakan, Israel-lah yang harus menjadi motor
penyelesaian konflik. "Dalam satu dekade lagi, tetap ada situasi seperti
ini dan kami harus tahu bagaimana caranya mengatasi situasi tersebut,"
kata Lieberman.

Ia menegaskan, "Tidak bakal ada konsensus teritorial yang bisa
memecahkan masalah kami: pengungsi, keamanan, dan Jerusalem."

Menurut Lieberman, satu-satunya perubahan yang bisa terjadi bila kedua
pihak menerima perjanjian batas sebelum perang 1967. Itupun dengan
ancaman serangan roket dari Palestina ke permukiman Israel.

http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/11/12/26/lwshmo-lieberman-20-tahun-lagi-pun-belum-tentu-israelpalestina-berdamai

--
"One Touch In BOX"

To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

[Koran-Digital] Copot Timur Pradopo, Polri dibelit banyak kasus

Copot Timur Pradopo, Polri dibelit banyak kasus

Senin, 26 Desember 2011 | 12:52:00


Jakarta - Kapolri Jenderal Timur Pradopo layak dicopot dari jabatannya
karena berbagai kasus yang terjadi sejak ia memimpin Polri.

"Presiden SBY layak mempertimbangkan untuk dilakukan penyegaran di
internal Polri, termasuk mencopot Kapolri, Timur Pradopo," kata anggota
Komisi III DPR RI, Yahdil Harahap kepada gresnews.com, Jakarta, Senin
(26/12).

Menurut politisi Partai Amanat Nasional itu, sejak menjabat sebagai
orang nomor satu di jajaran Polri, banyak masalah yang timbul dan tidak
diselesaikan dengan baik.

"Misalnya hubungan Timur dengan mantan Bendum Partai Demokrat, menerima
uang dari PT Freeport Indonesia senilai 14 juta dolar AS, kasus Mesuji
dan terakhir penembakan warga oleh Polisi di Pelabuhan Sape, Bima, NTB,"
kata Yahdil.

Ia menambahkan, Komisi III DPR RI akan membentuk Tim khusus yang akan
melakukan investigasi terhadap aksi brutal Polri di Bima.

"Kita bisa lihat bagaimana brutalisme yang dipertunjukan oleh Polri
dengan menembaki warga Sape. Kita akan membentuk tim khusus," kata Yahdil.

Tim khusus
Selain itu, pembentukan tim khusus sebagaimana yang terjadi di Mesuji,
juga akan melakukan evaluasi terhadap kinerja Polri yang sudah tak lagi
bekerja sesuai aturan dan fungsinya.

"Rumuskan kembali aturan internal Polri dalam melaksanakan tugas.
Doktrinisasi internal Polri ditegaskan kembali sehingga dalam melakukan
pengamanan bisa bersikap netral, bernegoisiasi. Itu yang hilang dari
Polri," ungkap Yahdil.

Polri, kata dia, tak bisa melindungi anggotanya yang bersalah dalam
kasus Bima tersebut.

"Kapolri gak boleh bela anggotanya yang salah dan harus objektif, bila
salah harus berikan sanksi dan membawa oknum polri ke pengadilan," kata dia.

http://www.gresnews.com/berita/hukum/12522612-copot-timur-pradopo-polri-dibelit-banyak-kasus

--
"One Touch In BOX"

To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

Minggu, 25 Desember 2011

[Koran-Digital] Pak Presiden, Apa Janji Itu Hanya Sebatas Mimpi?

Pak Presiden, Apa Janji Itu Hanya Sebatas Mimpi?
Ferril Dennys | Inggried Dwi Wedhaswary | Senin, 26 Desember 2011 |
12:36 WIB


TERKAIT

* Kapten Terbaik Milan Junior Tournament Kini Urus Domba
* Kapten Terbaik di Italia: Saya Putus Sekolah...

KOMPAS.com — Masih ingat Eriyanto? Ia adalah kapten yang membawa The All
Star Team Milan Junior Camp juara di Milan Junior Camp Day Tournament di
markas AC Milan, Italia, pada tahun 2010. Tak hanya tim yang juara, ia
pun terpilih sebagai kapten terbaik. Sebuah prestasi yang luar biasa.

Seusai membawa timnya mengharumkan nama bangsa, Eriyanto dan kawan-kawan
disambut bak pahlawan dan sempat "digadang" oleh Menteri Pemuda dan
Olahraga Andi Mallarangeng ke Istana Negara untuk bertemu Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono.
Saya berharap pemerintah segera merealisasikan bantuan itu. Saya butuh
banget untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Nyatanya sampai saat ini
enggak ada. Janji itu sebatas mimpi.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden memberikan janji manis kepada The All
Star Team Milan Junior Camp.

"Presiden berjanji semua biaya sekolah ditanggung dan diberi kehidupan
layak," ungkap Eriyanto yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat, saat
dihubungi Kompas.com, Senin (26/12/2011).

Namun, janji itu ternyata hanya janji. Setahun berselang, Eriyanto tak
pernah merasakan realisasi janji yang dilontarkan Presiden.

"Saya berharap pemerintah segera merealisasikan bantuan itu. Saya butuh
banget untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Nyatanya sampai saat ini
enggak ada. Janji itu sebatas mimpi," ujar Eriyanto.

Padahal, Eriyanto sangat membutuhkan bantuan itu demi meningkatkan
kesejahteraan keluarganya. Eriyanto berasal dari keluarga kurang mampu.
Orangtuanya, Bapak Uli (42) dan Ibu Eha Suleha (37), bekerja sebagai
buruh. Demi membantu ekonomi keluarganya, Eriyanto menggembala ternak
setelah pulang dari sekolah di SMAN 1 Nagrek.

Akan tetapi, keterbatasan itu bukan menjadi penghalang bagi Eriyanto
untuk mewujudkan mimpinya menjadi pemain hebat seperti Lionel Messi
(Barcelona) dan Firman Utina (Sriwijaya FC).

Anak pertama dari tiga bersaudara itu masih tekun mengasah kemampuannya
di SSB Asmaras. Eriyanto memang berencana mengikuti seleksi tim nasional
U-17 pada Januari nanti.

"Saya tidak putus asa. Kalau putus asa, tidak akan mengubah segalanya,"
ujarnya.

Kisah Eriyanto ini mendapatkan perhatian dari publik pencinta sepak bola
di dunia maya. Sebuah akun Twitter @sepakbolaisme menggalang dukungan
untuk Eriyanto dengan melelang jersey mantan pemain timnas, Ilham
Jayakesuma.


http://bola.kompas.com/read/2011/12/26/1236563/Pak.Presiden.Apa.Janji.Itu.Hanya.Sebatas.Mimpi

--
"One Touch In BOX"

To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

[Koran-Digital] Stop jabatan BUMN bagi mantan pimpinan KPK

Stop jabatan BUMN bagi mantan pimpinan KPK

Senin, 26 Desember 2011 12:51 WIB | 863 Views


Pekanbaru (ANTARA News) - Politisi PDI Perjuangan di DPR RI, Aria Bima,
mengingatkan, agar kebiasaan pemerintah memberikan jabatan komisaris
BUMN kepada para mantan pimpinan KPK sebaiknya tidak diteruskan.

"Stop cara-cara seperti itu. Tradisi tersebut bisa dinilai sebagai
gratifikasi yang berlaku mundur atau gratifikasi terselubung," tandasnya
kepada ANTARA Pekanbaru, Senin.

Aria Bima mengingatkan, KPK dibentuk sejak era Presiden Megawati
Soekarnoputri sebagai upaya besar untuk memberantas korupsi yang juga
merupakan kejahatan luar biasa. "Karena itu, para pemimpin Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) harus betul-betul terjaga integritasnya,
baik sebelum, pada saat, maupun setelah memimpin lembaga superbodi itu."

Dia meminta kebiasaan pemerintah memberikan jabatan komisaris BUMN
kepada para bekas pimpinan KPK tidak diteruskan.

Iming-iming posisi komisaris BUMN bagi mantan pemimpin KPK bisa membuat
KPK melempem dalam menangani perkara korupsi yang melibatkan pemerintah
atau pejabat pemerintah, termasuk Direksi BUMN, katanya.

"Ini bisa menyebabkan KPK tebang pilih dalam menindak perkara korupsi,"
kata salah seorang pemrakarsa hak angket skandal Bank Century DPR RI ini.(*)

http://www.antaranews.com/berita/290305/stop-jabatan-bumn-bagi-mantan-pimpinan-kpk

--
"One Touch In BOX"

To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

[Koran-Digital] Herry Gunawan: Konglomerasi Media di Ring Politik

Konglomerasi Media di Ring Politik

Oleh Herry Gunawan

* Postingan

Oleh Herry Gunawan | Newsroom Blog – Rab, 21 Des 2011


Gebrakan Chairul Tanjung (pemilik Trans TV dan Trans 7) yang membeli
portal berita detik.com membuat pergerakan konglomerasi media di
Indonesia makin riuh dan riang. Ia tampaknya ingin bergegas memiliki
jaringan media yang lengkap.

Saat ini tinggal media cetak yang belum dimiliki — meski ada kabar, ia
sudah mengantongi lisensi terbit majalah asing terkemuka .

Gempita aksi Chairul Tanjung sedikit menutupi ekspansi pengusaha asal
Israel ke Indonesia melalui MNC. Dia adalah Haim Saban, pemilik Saban
Capital Group Inc.

Haim Saban membeli 5 persen saham Media Nusantara Citra milik Hary
Tanoesoedibjo, melalui Indonesia Media Partner LLC seharga hampir Rp 700
miliar. Perusahaan ini terafiliasi dengan Saban Capital Group Inc. dan
PT Global Mediacom Tbk. Dalam perjanjian, masih ada opsi jatah pembelian
lagi sebesar 2,5 persen.

Tentu tak ada yang dilanggar dalam transaksi ini. Aturan Daftar Negatif
Investasi yang dikeluarkan pemerintah tahun lalu, memberikan
pengecualian jika transaksi saham dilakukan di pasar modal, walaupun
terhadap perusahaan yang tertutup bagi investor asing.

Sebagai pemain di industri media, Saban sempat membangun Fox Kid's
Network, berkongsi dengan Rupert Murdoch, konglomerat media berbendera
News Corp. Murdoch sendiri pernah masuk ke Indonesia dengan membentuk
usaha patungan bersama kelompok usaha Bakrie untuk mengelola ANTV.

Terlepas dari soal kepemilikan ini, ada langkah kemiripan antara Saban
dengan Hary Tanoe. Saban yang pernah bekerja di Badan Pertahanan Israel,
dikenal sebagai pengusaha yang lekat dengan dunia politik, seperti
menjadi penyokong Bill Clinton. Dan secara kebetulan, Hary Tanoe
merupakan pengusaha yang baru terjun ke dunia politik, bergabung bersama
Surya Paloh di Partai Nasdem.

Kolaborasi media Surya Paloh (Media Indonesia dan Metro TV) dengan
kelompok Hary Tanoe (RCTI, Global TV, Sindo TV, MNC TV, Koran Sindo,
Trust, MNC Radio, serta sejumlah jaringan media lokal) tentu akan berada
di belakang Partai Nasdem.

Selain duet Hary Tanoe-Surya Paloh, ada pula Aburizal Bakrie, Ketua Umum
Partai Golkar. Pemilik kelompok usaha Bakrie and Brothers ini memiliki
TV One, ANTV, Vivanews.com.
Tentu Aburizal tidak sendiri. Ada Erick Thohir, yang memimpin PT Visi
Media Asia, induk perusahaan media Bakrie.

Sementara Erick, adik kandung Boy Garibaldi Thohir — salah satu pemilik
perusahaan pertambangan Adaro — adalah pemilik Jak-TV dan kelompok usaha
Mahaka: di antaranya mengelola Republika dan jaringan radio Prambors.

Di mana posisi Chairul Tanjung? Pemilik CT Corp yang mengelola stasiun
televisi Trans TV, Trans 7, dan Detik.com ini, secara resmi tidak
terafiliasi dengan politik. Namun jauh-jauh hari, Partai Keadilan
Sejahtera sudah menjagokannya sebagai calon presiden 2014, berpasangan
dengan Menko Polhukam Djoko Suyanto.

Selain itu, kedekatan Chairul dengan Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua
Dewan Pembina Partai Demokrat sulit diabaikan.

Kemudian ada Kelompok Jawa Pos, pemiliki koran Jawa Pos dan Rakyat
Merdeka. Jaringannya di daerah-daerah juga cukup kuat, dengan merek
Radar. Kelompok media ini didirikan dan dimiliki oleh PT Grafiti Pers,
yang juga pendiri Tempo, setelah diambil-alih dari pemilik sebelumnya.

Pemilu silam, kelompok Jawa Pos yang dikelola dan dibesarkan oleh Dahlan
Iskan, kini Menteri Negara BUMN, dikabarkan berada di belakang barisan
Susilo Bambang Yudhoyono. Entah kelak.

Tinggal Kelompok Tempo dan Kompas. Dua kelompok besar ini bisa jadi bola
liar. Secara formal sulit mendefinisikan kedekatan politiknya. Namun
akan terlihat menjelang pemilihan umum kelak, kemana arah pendulum dua
media ini bergerak. Itulah pilihan yang ditempuh.

Apa yang perlu dikhawatirkan dengan kolaborasi penguasa media dengan
partai politik? Sudah tentu, informasi yang lahir dari media tersebut
cenderung bias. Pembodohan publik bisa terjadi melalui media yang sudah
tidak lagi berpihak pada warga lantaran harus melindungi kepentingan
politik pemilik atau pengelolanya.

Dalam kondisi seperti ini, media sudah kehilangan esensi dan akal
sehatnya untuk melakukan kontrol sosial. Apalagi harus menjadi pilar
demokrasi. Sesuatu yang sangat naïf jika media yang dimiliki politisi
masih mengatakan bisa independen dan bebas dari intervensi pemilik.

Karena itu, sebagai konsumen informasi, kita ambil mudahnya saja. Ketika
sebuah media terafiliasi memberitakan figur atau kegiatan kelompok
politiknya, tinggal didiskon sebesar 99 persen. Begitu juga ketika yang
dibombardir adalah lawan politiknya, kecuali sepanjang yang diungkat
sebatas fakta tanpa embel-embel opini.

Herry Gunawan jadi wartawan pada 1993 hingga awal 2008. Sempat jadi
konsultan untuk kajian risiko berbisnis di Indonesia, kini kegiatannya
riset, sekolah, serta menulis.

http://id.berita.yahoo.com/blogs/newsroom-blog/konglomerasi-media-di-ring-politik.html;_ylt=AtOZjPrxRVCpm1D.k8bQROJ8V8d_;_ylu=X3oDMTQ2MjgybGU3BG1pdANUb3AgU3RvcnkgSGFsYW1hbiBHYXlhIEhpZHVwBHBrZwM4Mjk2MDM2MS0zOTc0LTM5MjItODY1ZC0xYTYxN2Y2ZWI3YTEEcG9zAzQEc2VjA3RvcF9zdG9yeQR2ZXIDODQwOTdiZDQtMmI5Ni0xMWUxLTg4ODItNzhlN2QxNjIwYzky;_ylg=X3oDMTFvZWtuZmUyBGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDBHBzdGNhdANhd2FsBHB0A3NlY3Rpb25zBHRlc3QD;_ylv=3

--
"One Touch In BOX"

To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.